Jalan

Kemarin kita bertemu di ujung jalan. Di ujung jalan hubungan kita. Memang tidak pernah aku sangka kita bisa bertemu di penghujung jalan itu. Suasana sepi dan mencekam, untuk hati kita berdua. Mempersiapkan butiran air keluar dari sudut mata. Ya, di penghujung jalan sana kita terakhir bertemu, dengan segala penyesalan dan senyum kaku. Di sana kita berpisah…

Sekarang, kita kembali bertemu pada dua cabang arah jalan. Aku di sisi kanan dan kamu di sisi kiri. Kemudian kamu putar kembali frame-frame kenangan kita. Kamu bujuk aku untuk pindah pada jalan mu, bergandeng tangan. Aku membeku. Sampai hari ini…

Esok, masih menjadi tanda tanya buat ku. Mempertanyakan kembali jalan mana yang telah aku tempuh….

Leave a comment