18 Februari 2013

Sore ini semuanya terasa begitu kalut. Semua hal yang ada dalam pikiran saya meracau entah kemana. Mengalir disetiap jalan yang saya lalui. Saya butuh ketenangan. Saya butuh sebuah pelukan yang menghangatkan dan bahu yang siap menopang wajah dan air mata saya. Saya rasa, saya merindukan itu semua.

Malam menjemput senja. Kemudian saya memutuskan untuk keluar rumah untuk mencari secerca ketenangan dalam hingar bingar jalanan malam. Mampir ke sebuah kedai makanan dan menikmati sebuah minuman yang sudah lama sekali saya ingin nikmati. Ya pada akhirnya saya menikmatinya. Rasanya tidak seaneh yang saya kira sebelumnya. Saya bisa dengan bebas meminumnya. Kemudian secerca ketenangan saya dapatkan, namun dengan konsekuensi pikiran yang tak bisa difokuskan. Berbicara berputar-putar tanpa maksud yang jelas dan tertawa untuk hal yang biasa saja. Terkadang saya suka bagian dimana saya bisa menertawakan hidup saya, diri saya, dan segala kebodohan yang saya perbuat. Ini adalah bagian terindah dalam hidup.

Terimakasih kepada sahabat saya, Shelly yang bersedia menemani saya menikmati malam ini. Semoga semesta selalu bersama mu.