Belajar Berjalan

 

 

aku
menangis
mereka berbahagia

aku
merayap
mereka tersenyum

aku
terjatuh
mereka lambaikan tangan

aku
berjalan

mulai berjalan

jalan

jalan

dan

jalan

menapaki bumi

menapaki jejak kehidupan

aku
berjalan
dan tak berhenti

aku
mencari
namun tak tercari

aku
berlari mengejar
dan mendapatkannya

lalu

aku
berlari
terjatuh
mereka menertawakanku

mereka bahagia

namun
aku ?
aku menangis

aku
mencoba berjalan

mencari sisa-sisa jejak ku kemarin

namun
NOL besar

mereka telah menghapusnya

aku
berjalan

jalan

jalan

jalan

jalan

lari

lari

lari

jatuh

tersungkur

aku menyerah

Dia
mengejarku
meraihku

tak dapat ku elakan

aku tertidur ,
SELAMANYA …

dan mereka
menangis, kemudian
tertawa

 

 

Martin Heidegger: What is Being

Image            Pemikiran yang terkenal dari Heidegger adalah tentang being. Being yang dimaksudkan disini adalah sesuatu yang ada dalam diri itu sendiri yang berdiri sendiri. Untuk mengungkapkan kepada being itu sendiri, Heidegger menggunakan modus Dasein. Dasein berasal dari bahasa Jerman yang berarti keberadaan. Menurut Heidegger Dasein adala sebagai kemanfaatan atau tidaknya bagi yang lain. Dasein sendiri bisa menyadari keberadaannya melalui keterikatannya dengan dunia atau being yang lain. Karena Dasein merupakan being yang mempertanyakan dirinya yang diakibatkan oleh adanya kesadaran.

            Dasein dapat bereksistensi melalui dunia. Tanpa dunia Dasein tidak bisa mengada.  Dasein hanya dapat terlihat melalui entitas-entitas yang ada diluar dirinya. Dasein selalu mengerti dirinya dan kesadaran yang ada pada dirinya merupakan kesadaran dalam. Menurut Heidegger kesadaran subjek sifatnya tersembunyi dan hanya bisa tersibak dalam kegiatannya di dunia, begitupula hal nya dengan Dasein yang hanya bisa mengada melalui dunia ini.

            Dasein dapat ditelusuri melalui tiga pendekatan, yaitu melalui existence, facticity, dan falleness. Dalam existence, Dasein telah menyadari bahwa ia punya kebebasan untuk bertindak, memilih dan memiliki possibility. Dalam faktisitasinya ia tidak memilih untuk lahir ke dunia ini yang asing sehingga menyebabkan rasa ketakukan dan kecemasan (Verstehen). Falleness dimana manusia mengalami tahap ia harus terjatuh dan mengalami regresi.

  Dasein memilih untuk segala sesuatu itu ada daripada tiada, oleh karena itu, menurut Heidegger tanpa Dasein sesuatu itu menjadi tiada. Dari pendekatan-pendekatan yang ada, bagi Heidegger tidak ada yang benar-benar bisa menyentuh being itu sendiri.