Relasi I-It I-Thou dengan Pohon Martin Buber

Martin Buber merupakan seorang yang religius. Bukunya yang paling terkenal adalah I and Thou. Dalam buku ini Buber mengajukan konsep utamanya berupa Primary Words; I-It dan I-Thou. Buber memberikan contoh dari pohon sebagai relasi dari I-It dan I-Thou. Menurut Buber, pohon merupakan bentuk yang cocok untuk dijadikan contoh karena Pohon mempunyai relasi hubungan timbal balik tidak secara langsung. Pohon disini dilambangkan sebagai it dan ImageThou.

Pada proses menjadi I-It adalah ketika kita mulai melihat apa yang terlihat pada pohon itu, kemudian melakukan pengamatan tentang pergerakan-pergerakan yang terjadi pada pohon tsb. Pohon melakukan kegiatan yang terus bekesinambungan, seperti yang bernapas dari daun, akar menghisap air, yang tak putus-putusnya kegiatan antara pohon dan bumi dan udara, dan pertumbuhan pohon. Setelah melakukan pengamatan kemudian kita melakukan pembelajaran terhadap pohon tsb. Proses-proses ini mengandung tiga unsur pada I-It yaitu experience, means-need relation, dan not whole being dimana pohon ini hanya menjadi pendukung untuk I.

Buber menggambarkan pohon tersebut dengan bagian-bagian serta lingkungan yang dapat mendukungnya menjadi Thou bagi I itu sendiri. Ketika pohon tersebut sudah menjadi Thou, maka sudah tidak ada penghalang lagi diantara relasi keduanya. Untuk bisa mencapai Thou, diperlukan openness (keterbukaan). Keterbukaan ini bukan seperti yang kita anggap sebagai curhat dengan lisan melainkan dengan kesadaran-kesadaran kita sebagai I-Thou. Relasi I-Thou bisa didapatkan dari spiritual being, seperti saling mempercayai satu sama lainnya. Perubahan dari I-It ke I-Thou bisa dilahat dari relasinya; untuk I-It orang akan melihat pohon itu sebagai benda yang biasa, tidak ada perasaan special yang menyentuh hati, sedangka untuk I-Thou telah membangun sebuah relasi dengan memandang pohon tsb sebagai benda yang memiliki nilai estetis dan berharga.

Pohon yang telah menjadi Thou akan menjadi bagian dari I itu sendiri. Semuanya seperti telah bersatu antara IThou. Apa yang menjadi kebahagian I akan juga menjadi kebahagian Thou, kesedihan I akan menjadi kesedihan Thou, dst. Relasi yang terjadi antara I-Thou terjadi pada saat ini juga, tidak di masa lalu atau di masa depan. I-Thou bisa kembali menjadi I-it apabila kita memikirkan kembali atribut yang berada pada Thou.

Refrensi:

-Fotokopi I and Thou Martin Buber

-Catatan Perkuliahan Eksistensialisme

-http://painsilencer.blogspot.com/2010/12/i-and-thou-martin-buber.html. Diunduh pada tanggal 26 Oktober 2011 pukul 23.00